[FF BERANTAI] FLECHAZO : KNOW IT ALL

Standard

FLECHAZO : KNOW IT ALL

dafun

Chanyeol | OC |Romance, Friendship, Schoollife | G | Chaptered

Prev: Prolog || Clueless || Drama || Puzzled || The Other Side || Ups || Heart Attack || Suddenly || Crazy Plan || Comeback || Unofficial || Tell You || The Answer || Complicated || Game Over

Summary : Jadi Chanyeol punya seorang kakak perempuan dan sebuah rencana besar

Selama ini Baekhyun sering dengar ibu tiri adalah orang paling menyeramkan di dalam keluarga. Beberapa minggu lalu, di chatroom, Jongin memberitahu Chanyeol tentang ayah Baek Sumin adalah seorang pedofil. Baekhyun pikir itu juga bukan hal yang bagus dalam keluarga.

Tapi sekarang, saat Baekhyun duduk di dalam kafe bernuansa pink dengan aroma peach dan alunan lagu Jepang yang dinyanyikan dengan nada terlalu tinggi, Baekhyun mulai berubah pikiran. Di depannya seorang perempuan yang beberapa tahun lagi berkepala tiga – Baekhyun berani sumpah dia tidak mau mengungkit umur perempuan ini – sedang memijit keningnya. Detik ini juga, Baekhyun memutuskan orang yang paling mengerikan dalam keluarga bukanlah ibu tiri atau ayah yang pedofil, tapi adalah seorang kakak perempuan psikopat.

Baekhyun bilang seorang karena menyebutnya dengan ‘kakak perempuan’ saja bisa diartikan jamak. Baginya satu kakak perempuan saja sudah menyeramkan, apa lagi jika lebih dari satu. Apa lagi jika kakak perempuan itu adalah kakaknya Park Chanyeol, yang mana bukan Park Sandara, tapi Park Yoora. Begitu pikir Baekhyun. Oke, sekarang Baekhyun sendiri pun pusing dengan pikirannya.

Mungkin dia memang tidak dilahirkan untuk berpikir.

 “Bisakah kau memikirkan sebuah ide untuk solusi masalah konyol ini?” keluh Yoora sambil terus memijit keningnya.

Baekhyun mengernyit. Dia baru saja berpikir kalau dia tidak dilahirkan untuk berpikir, bahkan untuk memikirkan kalimat ini pun Baekhyun harus berpikir. Rencana Baekhyun ke sini dengan Yoora adalah untuk menjelaskan pada Yoora mengenai masalah Chanyeol dan Sumin karena taruhan itu. Sekarang Yoora malah memintanya untuk berpikir?

Baekhyun mendesah.

“Aku tidak tahu, Noona.” Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan mendesah sekali lagi.

“Noona, sebenarnya ada yang ingin kutanyakan pada Noona,” lalu Baekhyun mendesah lagi.

“Jangan mendesah, bodoh. Kau pikir kau seksi?” seru Yoora kesal, tangannya bahkan sudah hampir melempar kotak tisu di dekatnya. Baekhyun cepat-cepat menggeleng dan menelan ludahnya. “Apa yang ingin kautanyakan?”

“Itu…” Baekhyun menggaruk kepalanya, “soal taruhan itu… apa Noona benar-benar berpikir kalau aku dan Baekhyun benar-benar gay, lalu Noona membuat taruhan itu?”

Yoora diam sebentar mendengar pertanyaan itu. Dalam hati Baekhyun merapal doa, semoga keputusannya untuk membuat rencana bertemu Yoora dan membantu Chanyeol dengan tulus tidak mengharuskannya untuk berkorban nyawa. Bagaimana pun, Yoora adalah kakaknya Chanyeol, dia tidak mungkin seburuk itu. Seharusnya, Baekhyun masih bisa membujuk Yoora. Maka dari itu Baekhyun ada di sini sekarang setelah seharian diam dan bersikap seakan tidak peduli. Menurutnya, satu-satunya cara untuk membuat Sumin percaya kalau Chanyeol benar-benar suka dengan gadis itu adalah menghentikan taruhan ini. Artinya Baekhyun harus mulai dari empu dari taruhan, kakak Chanyeol, dan menjelaskan padanya masalah yang benar-benar Chanyeol hadapi.

Semua ini hanya salah paham. Kalau Yoora tahu masalah Chanyeol karena taruhan itu, Yoora pasti akan menghentikannya. Itulah Baekhyun di sini, memberitahu Yoora semuanya.

“Noona tahu, Chanyeol menyukai seorang anak perempuan di sekolah.” Baekhyun mulai bicara, di depannya Baekhyun bisa melihat Yoora berhenti memainkan kotak tisu di depannya.

“Tapi ini tidak seperti rencana awal taruhan kalian, Chanyeol benar-benar suka gadis ini. Mungkin sampai pada titik di mana Chanyeol tidak peduli lagi dengan taruhan Noona. Gadis itu…”

“Sumin,” Yoora mengangkat kepala untuk pertama kalinya. “Namanya Baek Sumin. Kau mau bilang itu, kan?”

Baekhyun mengedipkan matanya terkejut. Sebenarnya Baekhyun ingin bilang ‘gadis itu mengubah Chanyeol menjadi lebih serius dan tulus’ tapi perkataan sok tahu Yoora lebih dulu memotongnya. Yoora tiba-tiba memotongnya adalah sesuatu yang mengejutkan. Tapi apa yang dikatakan Yoora untuk memotong perkataan Baekhyun jauh lebih mengejutkan. Darimana Yoora bisa tahu?

“Oh… aku tidak mau bilang itu sih. Tapi begitu juga tidak apa-apa.” Baekhyun menggaruk lehernya dan terbatuk sebentar. Heck, kenapa Yoora bisa tahu?

“Chanyeol adalah adikku, Baekhyun. Aku kenal dia,” ujar Yoora. Nada bicaranya santai seakan yang barusan dia katakan itu tidak membuat Baekhyun hampir terkena serangan jantung.

Yoora benar-benar terlihat seperti seorang kakak perempuan yang mengenal adik laki-lakinya (kalau bukan terlihat seperti agen FBI atau sasaeng atau cenayang yang tiba-tiba tahu semua hal tentang Chanyeol, tentu saja.)

“Gadis itu… aku pernah bertemu dengannya.”

“Bukan,” Soojung menggaruk pipinya gugup.

 “Maksudku bukan aku yang ada perlu. Itu… Chanyeol.”

Chanyeol menelan ludah saat Soojung melambaikan tangan ke arahnya dari balik punggung. Mulut gadis itu menggumamkan kata ‘kemari’ berulang kali kepadanya. Dengan tarikan nafas dalam, Chanyeol memberanikan diri berjalan mendekati pintu. Saat dia sudah berada di samping Soojung, Chanyeol baru bisa melihat seorang pria yang sedikit lebih tinggi darinya, dengan tubuh lebih besar darinya, memegang pintu dan menatap Soojung dan Chanyeol.

Pria ini ayah Sumin, pikir Chanyeol. Ayah Sumin benar-benar terlihat menyeramkan dari yang Chanyeol lihat pertama kali dulu, pantas Soojung terlihat gugup.

“Kami, maksudku,” Chanyeol melirik Soojung dan anak perempuan itu hanya menggigiti bibirnya. Chanyeol tahu dia tidak perlu menyeret Soojung lebih jauh lagi dalam masalahnya dengan Sumin. Soojung sudah terlalu banyak membantu. “Maksudku, aku ingin bertemu dengan Sumin, kami teman di sekolah.”

Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar di luar dugaan Chanyeol. Chanyeol kira ayah Baek Sumin akan marah dan membanting pintu. Tapi yang terjadi justru ayah Baek Sumin mengangkat tangannya dan menjatuhkannya di bahu Chanyeol. Soojung mundur selangkah, dan Chanyeol ingin sekali menahannya untuk tidak lari. Karena demi apa pun, Chanyeol tarik perkataannya, dia butuh Soojung sekarang, siapa saja, Chanyeol tidak mau sendirian.

“Kau benar-benar teman Sumin?”

Bukan hanya temannya.

Tapi, juga lawan mainnya di drama sekolah. Sebagai Suaminnya! Suami! Aku meminta Sumin jadi pacarku beberapa hari lalu. Aku adalah anggota band. Tinggi 185 cm! Aku bukan gay dan aku suka Sumin. Aku mengenal Eunjoo dan dia akrab denganku! Aku dan sumin  akan menikah dan hidup bahagia selamanya! Kita tidak perlu persetujuan seorang ayah! Tidak perlu!

Semua itu, Chanyeol bisa saja mengatakannya. Dengan catatan dia memang ingin mati. Tapi, Chanyeol masih sayang Mama dan Papa Park di rumah yang membesarkannya sampai setinggi dan setampan ini. Salahkan beratus liter susu penambah tinggi badan yang dihabiskan Chanyeol selama ini. Semua itu hasil keringat Papa Park yang bekerja siang malam. Chanyeol harus tetap hidup agar dia bisa membalas budi susu ratusan liter itu pada orangtuanya. Jadi Chanyeol putuskan tekad dan  menjawab seperlunya.

“Ya,” bisiknya. Hampir tidak terdengar.

Kalau Chanyeol tidak salah lihat, Soojung bahkan hampir memutar bola matanya. Mungkin gadis itu pun berharap banyak kalau Chanyeol akan mengatakan sesuatu.

“Memangnya ada perlu apa kau dengan Sumin?” tanya Ayah Baek Sumin.

Chanyeol melirik ke arah Soojung sekali lagi. Tapi, Soojung sudah terlihat tidak peduli lagi dengan apa pun yang dijawab Chanyeol. Sepertinya, Soojung bahkan tidak menduga atau memperhitungkan akan bertemu Ayah Sumin alih-alih Baek Sumin sendiri. Dan melihat ekspresi Soojung sekarang, Chanyeol yakin anak perempuan itu pasti sibuk memikirkan rumor yang beredar, soal Ayah pedofil dan obsesif kompulsif. Tentu saja Soojung merasa tidak nyaman. Terlepas apakah rumor itu benar atau tidak.

Apa yang harus Chanyeol lakukan? Ini sudah di luar rencana awalnya.

Chanyeol menghela nafasnya sebelum menjawab, “Kami–“

“Ahjussi?”

Soojung berjengit dan memegang lengan Chanyeol secara refleks saat tiba-tiba saja suara yang cukup familier menyela. Chanyeol segera menengok ke belakang saat dilihatnya sosok laki-laki mendekati mereka.  Mata yang tajam itu menatap Chanyeol dan Soojung dengan keheranan dari atas hingga bawah. Perlahan Chanyeol merasakan Soojung melepas genggaman tangannya dan mendesah.

“Kim Myungsoo…” bisik Soojung lega. Entah kenapa Chanyeol tidak bisa terlihat selega itu melihat Myungsoo berhenti tepat di depannya. Chanyeol mungkin sedikit tidak suka teman sekolahnya itu, tapi untuk pertama kalinya hari ini, Chanyeol benar-benar merasa tidak suka harus bertemu Myungsoo di rumah Baek Sumin.

 “Kau Myungsoo. Kau juga ada perlu apa?” Chanyeol menoleh kembali saat mendengar Ayah Baek Sumin berbicara.

Tunggu. Jadi, Ayah Baek Sumin mengenal Kim Myungsoo? Oh, tentu saja. Soojung bilang Sumin dan  Myungsoo berteman sejak kecil. Seharusnya Chanyeol sudah menduganya. Yang pasti Chanyeol masih tidak suka kenyataan Myungsoo sangat dekat dengan keluarga Sumin.

“Kau mencari Sumin?” ayah Baek Sumin menunjuk Myungsoo dengan seakan alasan ‘mencari Baek Sumin’ sudah terlalu sering dia dengar. “Apa kalian pikir aku sendiri tidak sedang mencarinya juga?’

Chanyeol mengernyit. Apa maksudnya itu? Sedang bercanda, ya? Ini benar rumah Baek Sumin, kan? Kenapa Ayah Sumin juga ikut mencari anaknya? Lalu apa gunanya Chanyeol dan Soojung menghabiskan waktu mereka di depan pintu sedari tadi?

“Sumin tidak ada di rumah?” tanya Chanyeol memastikan, walau sudah jelas jawabannya.

“Dia tidak ada di mana pun aku mencarinya.”

“Heol,” bisik Soojung. Chanyeol juga akan mengucapkan hal yang sama. Tapi tidak jadi karena Ayah Sumin  sudah kembali menoleh ke arahnya.

“Siapa tadi namamu?” tanya Ayah Sumin. Chanyeol mengedipkan matanya dua kali sebelum benar-benar sadar kalau dirinyalah yang harus menjawab pertanyaan itu.

“C.. Chanyeol. Park Chanyeol.”

Ayah Sumin mengangguk kecil dan menepuk bahu Chanyeol lagi. Demi bulu ketiak Baekhyun, kenapa Ayah Sumin suka sekali memegang bahunya, oke? Jika tadi Chanyeol merasa kasihan dengan Soojung karena merasa tidak nyaman, sekarang Chanyeol yakin Soojung – yang dengan jelas menelan ludah di samping Chanyeol – lebih merasa kasihan padanya.

Saat itulah ayah Sumin melanjutkan perkataannya, “Kau tahu?” Chanyeol menelan ludah kali ini. “Sepertinya aku pernah mendengar tentangmu sebelumnya.” Lalu seseorang menelan ludah lagi, Chanyeol tidak yakin siapa, yang pasti bukan Soojung karena gadis itu sudah menelan ludah berulang sedari tadi. Memangnya ludah gadis itu ada berapa banyak sampai bisa menelan ludah berulang kali begitu.

Oh, mungkin Myungsoo.

“Park Chanyeol,” Ayah Sumin setengah berbisik. “Akan aku pastikan aku mengawasimu dan anak perempuanku di atas panggung drama sekolah nanti.”

Detik selanjutnya dengan seringaian yang Chanyeol anggap sangat menyeramkan, Ayah Sumin melangkah mundur dan menutup pintu dengan keras tepat di wajah Chanyeol.

Lalu Chanyeol mendengar seseorang menelan ludahnya lagi.

Chanyeol

___

Pesan yang belum kau baca

Jongin

Aku tidak tahan lagi

 

Sehun

Dasar jorok, kalau kau tidak tahan ke WC sana

 

Jongin

Diam kau Oh Se. Maksudku aku tidak tahan lagi kita diam terus seperti ini

Ayo berbaikan

Aku tidak bisa tanpa kalian di kantin

Nanti siapa yang kucuri susu pisangnya kalau aku hanya duduk dengan sehun?

 

Kyungsoo

Jangan mlai Jongin, kau membuat masalah laten ini jadi mekankolis

 

Sehun

Hyung kau typo

 

Jongin

Ha! Kyungsoo hyung typo!

Jongin

Mlai

Sehun

Mlai

Jongin

Mlai

Jongin

Mlai

Jongin

Mlai

Jongin

Mekankolis

Bffhtt

 

Kyungsoo

Kau mau PS mu kusebarkan ke seluruh sekolah Kim Jonngin?

Agar Soojung?

 

 

Jongin

Jongdaehyuuuuuunggggkyungsoohyungtypoooo

Jongdaejongdaejongdae

Ayolah jangan marah lagi

 

Jongdae

Kalian berisik

Aku sedang menunggu jodohku

 

Sehun

Memang biasanya kau tidak berisik~

Memangnya kau punya jodoh?

 

Jongdae

Punya. Hanya saja dia sedang pacaran dengan jodoh orang lain.

 

Sehun

Jodohku juga sedang pacaran dengan jodoh orang lain.

 

Jongin

Jodoh kalian sama-sama sedang pacaran dengan jodoh orang lain

 

Jangan-jangan jodoh kalian sama.

 

Sehun

Hul. Mana mau miranda kerr dengan Jongdae hyung

 

Jongdae

Kau pikir jodohmu miranda kerr?

Jongdae

Apa aku mendengar PS disebut

 

Kyungsoo

Dasar byuntae

 

Sehun

Ps apaaa

 

Kyungsoo

Porn stash bodoh

 

Sehun

Aku tahu porn tapi aku tidak tahu stash..

 

Jongin

Itulah sebabnya sebelum jadi byuntae yang intelektual sedikit

 

Belajarlah bahasa inggris

 

Kyungsoo

Jongin…

Mau mati ya?

 

Sehun

Mana baek hyung

Aku ke rumahnya

Dia tidak ada

 

Jongin

Mana Yeol hyung

Janganjangan mereka rujuk tidak bilang-bilang

 

Kyungsoo

Jongin…

Mau mati ya?

 

Jongin

Ha aku tidak peduli dengan baek dan yeol hyung

Mereka pasti baikan sendiri

Lebih baik memikirkan soojung

 

Aku harap dia tidak sedang dengan laki-laki lain

Soojung sedang bersama Chanyeol dan Myungsoo. Mereka berjalan bertiga setelah saling menatap satu sama lain dan memutuskan untuk mencari Sumin bersama-sama. Sedangkan Soojung sibuk mengirim pesan ke ponsel Sumin dan Myungsoo sedniri terlihat mau tidak mau berjalan bersama Soojung dan Chanyeol. Chanyeol hanya diam dan memikirkan masalh Sumin dan ayahnya. Yang tadi itu dari ayah Sumin, Chanyeol tidaak yakin apakah itu ancaman atau bukan. Ayah Sumin sangat menyeramkan sekarang.

Sebenarnya ini membingungkan juga. Soal pedofil itu, terlalu membingungkan.

Bagaimana pun kalau memang benar rumor itu bukan hanya kebohongan saja, tidakah ini terlalu aneh?

Pedofil adalah masalah serius. Yah, Chanyeol memang tidak terlalu pintar. Tapi berpikir keras sedikitlah, mungkin dia bisa. Kalau rumor itu salah, ini sudah keterlaluan bagi siapa saja yang menyebarkannya. Kalau pun salah, juga tidak menjelaskan sikap Baek Sumin yang terlalu tertutup. Chanyeol tidak tahu, tapi dia benar-benar ingin membantu Sumin. Apa pun masalah dan kemungkinan terburuknya.

Kalau rumor itu benar misalnya. Apa sebenarnya yang dilakukan Ayah Baek Sumin hingga anak perempuannya menjadi trauma dan bahkan menutup diri? Ini buruk pikir Chanyeol. Kenyataan kalau Soojung, teman dekatnya saja tidak tahu apa-apa soal masalah ini, mulai mengganggu Chanyeol.

Lalu Myungsoo…

Chanyeol melirik anak laki-laki yang berjalan di sampingnya itu. Mereka memang setuju untuk mencari Sumin bersama. Walau begitu Chanyeol yakin Myungsoo tahu sesuatu, kalau bukan keberadaan Sumin sekarang, mungkin Chanyeol bisa bertanya apakah rumor ayah Sumin pedofil itu benar atau tidak. Kata Soojung, Myungsoo adalah orang terdekat Sumin di kelas dan satu-satunya orang dengan kemungkinan paling besar yang tahu kebenaran sesungguhnya.

Tanpa sadar Chanyeol memicingkan matanya dan menatap Myungsoo curiga.

Kalau benar soal rumor itu, kenapa Myungsoo tidak melakukan apa pun? Kenapa dia sama diamnya dengan Sumin soal masalah itu? Kenapa tidak ada yang berusaha membenarkan atau menyalahkan rumor itu selama ini?

“Ya, Kim Myungsoo.” Chanyeol menghentikan langkahnya, sontak Soojung dan Myungsoo sama-sama berhenti dan menoleh ke arahnya. Lalu dengan gaya, Chanyeol memasukan tangannya ke dalam saku, semata-mata untuk kepentingan artistik dan arogansi. Tidak terlalu penting sebenarnya. Soojung bahkan sudah hampir tertawa kalau saja Chanyeol tidak segera melanjutkan pertanyaannya yang serius.

“Apa kau tahu sesuatu soal rumor ayah Sumin?” tanya Chanyeol. Dia serius kali ini. Chanyeol benar-benar penasaran sekaligus tulus ingin menyelesaikan masalah ini. Dia sadar tanpa selesainya masalah ini, maka Sumin akan terus tertutup. Mungkin juga menolak siapa saja yang mendekatinya.

Apalagi dengan masalah taruhan Chanyeol yang kemungkinan besar semakin menyakiti hati Sumin. Gadis itu tentu akan lebih tertutup. Dan karena ini semua salahnya juga, Chanyeol memutuskan untuk menyelesaikannya hingga akhir. Dia tidak peduli apakah Sumin mau memaafkannya atau menerima perasaannya lagi sekarang.

Chanyeol suka gadis itu. Chanyeol harus melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu Sumin.

“Kau tahu apa?” ujar Myungsoo. Anak laki-laki itu menunduk dan menggaruk bagian belakang lehernya sebelum kembali menatap Chanyeol.

“Anak laki-laki populer dan memiliki banyak teman sepertimu tidak tahu apa pun tentang Sumin. Kudengar kau menyatakan perasaanmu. Memangnya kau tidak malu?” lanjut Myungsoo.

Soojung berkedip mendengar apa yang dikatakan Myungsoo. Kim Myungsoo adalah anak pendiam di sekolah. Soojung tidak menduga seorang Myungsoo sekalinya berbicara kalimatnya tipikal second male lead di drama-drama kesukaannya. Kalau saja ini bukan masalah serius, Soojung sudah pasti bertepuk tangan dan menyanyikan backsound sebagai pendukung suasana.

“Aku sudah tahu soal taruhanmu, Park Chanyeol. Sumin memberitahuku.”

Soojung menarik nafas terkejut. Chanyeol bahkan sudah mulai merasa kesal. Tapi yang dikatakan Myungsoo setelahnya benar-benar di luar dugaan.

“Masalah apa pun yang terjadi pada Sumin, termasuk ayahnya, aku akan memberitahumu. Dengan satu syarat.”

Soojung menggigit bibirnya gugup. Bahkan ada satu syarat juga, pikirnya.

“Drama sekolah akan dilakukan 3 hari lagi. Seperti yang kau dengar ayah Sumin akan datang, Yang harus kaulakukan, Park Chanyeol… kau harus membuat Sumin tidak boleh muncul di atas panggung. Kau harus membawanya pergi dari drama sekolah hari itu.”

Baekhyun menelan ludahnya. Suara lagu Jepang di kedai es krim masih terdengar samar-samar di telinga Baekhyun. Tapi fokusnya adalah perkataan Yoora barusan.

Bagaimana bisa? Pikir Baekhyun. Bagaimana mungkin Yoora tahu soal Sumin? Bahkan Yoora bilang dia sudah bertemu dengan Sumin. Kalau Yoora tahu soal Sumin, lalu untuk apa Baekhyun bertemu dengannya di edai es krim senorak ini?

“Aku ini perempuan, Byun. Jenisku lebih sensitif dalam membaca keadaan. Dan menarik kesimpulan,” potong Yoora. Yoora tidak menatap Baekhyun, tapi memainkan kotak tisu di meja.

Sedangkan Baekhyun mendengus tidak percaya. Kalau perempuan bisa sehebat itu membaca keadaan dan menarik kesimpulan hingga tiba-tiba tahu nama gadis yang disukai Chanyeol. Maka Sir Arthur Conan Doyle jelas membuat kesalahan. Sherlock Homes seharusnya bukan pria paruh baya yang suka mengisap pipa rokok, tapi lebih ke sosok wanita announcer acara berita – yang umurnya tidak berani Baekhyun ungkit – berambut pendek dan menggunakan high heels dan mengunjungi kedai eskrim yang memutar lagu Jepang bernada tinggi. Seperti itu.

“Dari handphone Chanyeol,” ujar Yoora. Satu jari telunjuk terangkat ke atas. “Dari handphone-ku yang dipinjam Yeol kemarin.” Yoora menambah satu jari tengahnya untuk teracung. “Lalu dari Jung Soojung.” Jari ketiga diangkat dan mulut Baekhyun menganga untuk yang terakhir itu. Jung Soojung? Bahkan Yoora kenal Soojung?

“Aku bukan cenayang. Aku tahu apa yang kaupikirkan.” Yoora mengacungkan sendok es krimnya ke kening Baekhyun. “Aku bukan kakak perempuan yang seburuk itu, Byun Baek. Tidak ada kakak yang seburuk itu.” Yoora tersenyum kecil. Kali ini senyuman  bukan senyuman licik atau senyuman penyihir seperti yang sering Chanyeol sebut-sebut soal kakaknya. Sebaliknya, senyuman itu membuat Yoora terlihat sangat lembut dan penuh kasih sayang.

Oke, itu pertama kalinya kalinya nama ‘Yoora’, ‘lembut’ dan ‘kasih sayang’ berada dalam satu kalimat. Bukan kalimat Mama Park tentu saja, tapi dari kalimat Baekhyun. Dan Baekhyun kira kalau Chanyeol tahu kakaknya seperhatian ini padanya, dia akan mengatakan hal yang sama.

Andai saja Chanyeol tahu.

“Lalu kenapa Noona membuat taruhan itu? Noona tahu Chanyeol mendapat banyak kesulitan karena taruhan yang Noona buat,” ujar Baekhyun.  Mulai terbukanya sisi perhatian Yoora bukan membuat alasan terciptanya taruhan itu semakin jelas, tapi semakin membingungkan.

“Sumin tahu soal taruhan itu. Dia tidak akan suka Chanyeol, mungkin malah membencinya. Chanyeol jadi gila akhir-akhir ini. Kami bahkan bertengkar sampai sekarang karena Chanyeol terus urung-uringan. Chanyeol mungkin berpikir hidupnya hancur dan Sumin benar-benar membencinya,” Baekhyun menarik nafasnya. Dia berbicara terlalu menggebu-gebu, saat dilihatnya Yoora. Kakak perempuan Chanyeol itu justru menatap Baekhyun malas dan melambaikan tangannya.

“Seperti yang kubilang aku bukan kakak yang seburuk Chanyeol dan kau pikirkan.” Yoora mengangkat tangannya dan menepuk kepala Baekhyun seperti anak kecil. “Tapi, aku juga bukan kakak perempuan biasa seperti kakak perempuan lain di dunia ini. Aku menyayangi adikku dengan caraku sendiri. Lagi pula, siapa bilang aku membuat taruhan itu untuk membuktikan kalian bukan gay? Siapa juga yang bilang tujuan taruhan itu agar Chanyeol bisa dapat pacar dan menikah? Memangnya aku peduli dengan kehidupan cinta picisan anak SMA seperti kalian? Chanyeol akan menikah sendiri, dia itu tampan tahu. Gen yang sempurna mengalir dalam tubuhnya!” ujar Yoora sambil terkekeh bangga.

“Lalu untuk apa taruhan itu?” tanya Baekhyun penasaran.

“Untuk apa?” Yoora menyendok es krimnya dan tersenyum ke arah Baekhyun. “Untuk membuat Chanyeol lebih dewasa. Semua ini adalah masalah gampang kalau saja Park Chanyeol tahu apa yang harus dia lakukan. Kalian, anak SMA, selalu berdalih kalian penuh semangat dan cinta yang menggebu-gebu, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kalian membesarkan masalah kecil. Dan kau temannya Baekhyun. Aku akan memberitahumu apa yang seharusnya kau lakukan jika ingin membantu Chanyeol.”

Baekhyun memutar bola matanya, sedikit kesal tapi juga geli. Yoora ada benarnya. Sejak taruhan itu Chanyeol memang awalnya hanya sekadar mencari anak perempuan di sekolah untuk dijadikan pacar. Sekarang Chanyeol benar-benar terlihat tulus menyukai Baek Sumin. Chanyeol terlihat serius dan benar-benar ingin membantu Sumin soal ayahnya yang pedofil. Bahakn Chanyeol selalu kesal jika teman-temannya terkesan berusaha membantu dengan usaha-usaha konyol, mungkin Chanyeol pikir Baekhyun dan yang lain hanya bermain-main dan tidak serius.

Jadi Yoora benar-benar perhatian pada Chanyeol, ya? Pikir Baekhyun sambil memandang Yooora dengan terharu.

“Tapi, aku memang sedikit iseng saat pertama kali dulu, hanya sedikit,” sela Yoora tiba-tiba. Baekhyun mengedipkan matanya melihat Yoora menggaruk bagian belakang lehernya, seakan merasa sedikit bersalah.

“Maksudku, siapa yang tidak curiga kalian itu gay atau bukan?”

Rasanya Baekhyun mau menangis saja mendengarnya.

Chanyeol

Aku mempertanyakan satu hal, apa niat kakakku melakukan taruhan ini hanya untuk membuktikan aku dan Baekhyun bukan gay?

Kyungsoo

Bukankah kalian memang gay?

Sudahlah taruhan itu sia-sia. Kalian itu gay.

Kyungsoo

Yeol? Yeol?

Oke, mian. Kalian bukan gay tentu saja.

Yoora noona juga pasti tahu itu.

Kyungsoo

Yoora noona dan Baekhyun itu sama saja.

Kau tahu baek selalu ingin membantumu. Nonna juga

*noona

Kyungsoo

Mereka memang terlihat tidak bermanfaat..

maksudku terlihat tidak melakukan hal yang bermanfaat untukmu, haha

Tapi mereka melakukan hal yang lebih dari yang kautahu mereka lakukan

Kyungsoo

Tsah.

Kyungsoo

kau

minta maaf sana padanya.

Chanyeol

Lalu soo…

Chanyeol

Apa mereka akan membantuku kali ini?

Aku punya rencana buruk untuk drama

aku benar-benar harus membantu sumin

to be continued

A/N : Tolong jangan bunuh aku. Ahah .__.

Pertama, maaf ya buat kak ila dan kakak-kakak adik-adik author di project ini, kayaknya aku yang paling telat ngasih komen dan nge-reblog ff kalian.. ada banyak alasan, takutnya kalau dibilangin semua jadi terdengar seperti pembelaan diri (ya walau emang sih…)

Nanti aku komen yah, tapi tidak di minggu ini aku lagi uas (alibi satu). Maaf ya kakak kakak sekalian  (yang adek di-kakak-in juga deh)

Kedua, aku ini telat berapa tahun ya.. /deepbow

Juga lack penulisan di sana-sini. Kurang panjang juga, ini sembunyi-sembunyi nulisnya sambil belajar try out (alibi dua) doakan pokoknya aku segera insyaf jadi anak kelas tiga yang beradab bukan biadab yang sukanya masih nontonin reply 88 karena park bo geum di sana ganteng banget kenapa (alibi tiga)

Ketiga, salam kenal ya, buat readers dan authors flechazo yang aku sayangi :*

Namaku Sefina, kak Ila suka manggil sefi. Tapi panggil fina juga gak apa-apa. Lahir 1998, di tahun di mana setiap anak-anak di Indonesia yang lahir saat itu harus sadar kalau mereka menanggung hutang negaranya. Demo mahasiswa. Inflasi. Sedih ya.

Chapter selanjutnya, adalah author terakhir… aku mengharapkan ff ini end tapi kalau jadi beban, aku kan gak enak punyaku seimprit gini buatnya…

Jadi buat kak Zulaikha , kita memang belum kenalan secara formal (?) kak, salam kenal /bow /salim

maaf ya kak  aku gak terlalu banyak membantu……

Begitu aja. Kalau ada yang mau main ke rumah. Nanti ya kalau aku udah punya rumah sendiri, aku kasih tahu alamatnya :’)

enggak enggak aku anak Bantul, gak asli banget sih, cuma kalo sekolah kalian mau ke parangtritis itu tuh bisa mampirlah

Sekali lagi maaf. Sini peluk..

#maincharatoday #yoora

aaaaaaaaaaaaaaaaaa

15 - 1

aaa

jadi foto pertama itu yeol pake wig atau…

Advertisements

35 thoughts on “[FF BERANTAI] FLECHAZO : KNOW IT ALL

  1. Wah selanjutnya udh author terakhir ya? Ga Berasa jg ya, Aku sendiri jg ga ngeh yg ini ngaret brp lama wkwk
    Di chap ini masih abu2 ya bs di bilang. Msh bnyk yg blm ke jawab. Maksud dr rumor ayahnya Sumin, trus latar belakang di buatnya Taruhan sebenernya itu apa? Ini sih Harus di tanyain langsung ke yoora. Trus perasaan Sumin ke chanyeol jg blm ketauan gmn. Malah nongol lg nih teka teki baru kayaknya wkwk Semoga author selanjutnya bs ngasih kejelasan. Dan msh ga tau jg nih kira2 bakal di ending atau msh lanjut ya? Hihi

    • Iya kak masih banyak abuabunya .___. Buat ending karena chapter ini masih abu abu aku gak berani ngomong harus seperti apa endingnya atau nanti lanjut muter lg ehehehe
      Makasi ya kak, kakak komentar pertama /kasih piring cantik 😀

  2. Pingback: [FF BERANTAI] FLECHAZO : KNOW IT ALL | uncharted spot

  3. ya ni malh tmbh pnasaran pdhal dah author yg trakhir atau jangan2 kmbli ke ila trus d putar sampe gk brujung ni ff. .pnasaran mlah tmbh parah pnaranx

  4. Hai hai akhirnya setelah sekian lama 😀
    Wah udah maun terakhir? Padahal cerita masih nggangtung begini -__- Semangat buat yang terakhir banyak PRnya :3

    buat keseluruhan cerita aku terhibur bacanya, oke Soojung tetap menawan 😀
    Keep writing ya

  5. Akhirnya muncul juga chapter ini,
    entah kenapa baca ini berasa liat adek sendiri lahir,
    hahaha

    sebelum komen ke cerita,
    aku mau nanya kemana ya button reblognya?

    Chapter ini hampir sama dengan apa yang aku bayangkan,
    ya ampunn thanks this is amazing,
    aku suka ternyata kamu juga sepikiran bahwa yang baekhyun temuin itu Yoora. Suka banget gimana cara Yoora bicara sama Baekhyun, paling suka juga grup chat jadi sepi gara2 mereka lagi berantem,

    but..
    ada apa lagi dengan SUmin – Ayah Sumin – Myeongsoo dan Drama,
    i have no idea,

    sekali lagi,
    Here’s come trouble..
    XD

    Selamatnyaaa ^^
    dan semangat buat Zull…

    • Kak apreel… hehe aku malu sama author flechazo semua tp paling malu sama kak apreel sama kak zul :’
      Mungkin kak alifially bisa lebih bagus ngelnjutin punya kakak hehehe
      Punya kak apreel waktu itu ngasih clues banyak jd bantuin aku untuk ngelanjutin nulis, walau beneran aku kira chapter setelah kak apreel itu bukan aku yg nulis kd udah senyum senyum mau baca kelanjutannya, taunya aku yg buat.
      Buat yg drama itu, aku bayangin momen drama jd puncak chanyeol nanti tahu semua masalah ayah sumin sama kebenaran taruhan kakaknya, tp kalau karena chapterku ending jd terasa jauh, maafkan~~

      • Kenapa malu sama aku, ya umpan… ‘-‘

        No, dear punya kamu sudah memuaskan,
        udah nyambung ko sama punya aku sebelumnya

        Jadi mari kita liat seperti apa chapter selanjutnya,

    • Akhirnya lanjut jugaaa… aku sempat skeptis proyek ini macet ditengah jalan T^T
      sebenarnya aku udah angkat sedikit masalah pedofil itu pas bagianku. Aq gk tau kmu baca atau tidak, atau memang karena cerita yg kubuat agak sulit dipahami >/////< .. karena rasanya aneh aja chanyeol nanya 2 kali soal rumor bapaknya sumin.
      but overall aku suka dengan perkembangan ceritanya.. benar2 gk ngecewain apalagi bagian yoora ^^ yang bilan “Jangan mendesah, bodoh. Kau pikir kau seksi?” HAHA XD
      jadi 3 hari lagi bakal pentas ya… dan konflik belum ada yang selesai malah inilah puncaknya XD
      Semangat buat author terakhir 😀 😀

      • Iya kak lanjut ini :’D maaf ya ini molornya agak gimana (?)

        Aku baca kok punya kak yumi jd salah aku kalau jadi overlap .___. Mungkin aku kelupaan jadinya kayak terkesan overlap kak maaf ya /deepbow
        Dan yup semangat buat kak zul (purapura bukan jd penulis chapter ini, takut dihakimi massa XD) semangat ya kak semangat /kabur

  6. wahhhh…
    menarikkk…
    ceritanya bener2 deh,,,tambah bikin penasaran,,,
    karena tiap chap beda orang jadi ngenal karakter authornya,,,hehehe
    lovely story..
    aq suka…
    gomawoyo 4 all author…
    semangat nulisnya yaa…

  7. Pingback: Projek FF Berantai | uncharted spot

  8. Kak .. You are my hero *-* aku bahkan lupa jika kakak adalah author kedua terakhir yang akan menyelesaikan cerita ini …. oh tidaaakkkk aku tidak sabar bagaimana drama ini akan hancur seketika dengan aksi Chanyeollll tidakkkkkk XD XD XD XD XD Sorry for the late read you’re story … seriously, sist. Tepat hari kemarin mood ku ambruk di tambhan tugas untuk project milad sekolah yang cukup menegangkan di akhir pengujung acara. Dan juga rapor …. dan juga liburan UN kakak kelas ….. zipzipzip. abaikan.
    untuk kakak, aku doakan agar kakak UNnya lancar ya~ ini ekspetasi diluar dugaanku hahahahah XD salam manis dari duit parfum downy Suho ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s