#Lay – Be Yours

Standard

tumblr_mjjadwU0of1rfyocwo1_250

Aku bisa menjadi milikmu.

Yixing selalu lupa nama ikan kecil yang berenang gembira setiap harinya di akuarium kecil di kamarmu.

Dia selalu tanya, “Siapa nama ikan kecil ini, Bomi?”

Dan kau terlalu malas untuk menjawab pertanyaannya setiap kali dia berkunjung ke kamarmu.

Yixing juga selalu lupa berapa ukuran sepatumu.

Setiap kali kau butuh sepatu baru – yang mana kau akui sudah sangat penuh di rakmu – kau tidak pernah meminta Yixing membelikan satu.

Temanmu Dasom selalu bertanya, “Kau suka sepatu, kenapa tidak pernah meminta Yixing membelikannya untukmu?”

Dan kau terlalu malu untuk mengatakan bahwa Yixing tidak akan ingat berapa nomor sepatumu.

Yixing selalu lupa berapa nomor telepon rumahmu yang sudah sejak kau lahir tidak pernah berubah.

Suatu hari, seorang teman kursusmu menitipkan pesan padamu melalui Yixing. Tapi, Yixing tidak memberitahumu segera.

Dia akan bilang, “Aku mencoba mengingatnya. Tapi aku selalu salah mengingatnya menjadi nomor blok rumahmu.”

Dan untuk kali ini kau terlalu sebal untuk memakinya.

Yixing terlalu bodoh. Kau benci dia.

Well, tidak selalu.

Pagi itu anak laki-laki itu berlari tanpa sepatu. Mengetuk pintumu di jam enam pagi. Kau belum sepenuhnya sadar saat kau membukakan pintu untuknya. Kau belum sepenuhnya sadar saat anak laki-laki itu menghambur dan melingkarkan tangannya ke tubuhmu.

Kau belum sepenuhnya sadar saat Zhang Yixing memelukmu dengan erat dan tertawa pelan. Tawanya terdengar ragu dan khawatir.

Dengan sisa keberanian dan kepercayaan dirinya, anak laki-laki itu mengucapkan kalimat-kalimat manisnya padamu.

“Aku memikirkannya semalaman, aku selalu menahan diriku selama 22 tahun mengenalmu. Aku terlalu bodoh untuk tidak menyadarinya. Aku terlalu takut kau melupakanku, karena aku selalu melupakan hala-hal tentangmu. Aku mencintaimu, Bomi..

Kau bisa jadi milikku sekarang?”

Dan kau terlalu terkejut untuk menyampaikan kalau kau juga mencintainya.

“Yixing..” bisikmu di telinga anak laki-laki itu. Kau belum menjawab pengakuan tetangga sekaligus sahabatmu itu. Kau yakin kau bisa mendengar suara detak jantung Yixing bertalu di dadanya. Tapi, kau tidak yakin suara detak jantung itu bercampur dengan milikmu atau tidak.

“Yixing, Siapa nama ikan kecil di kamarku? Beritahu aku.” tanyamu.

Kau merasakan Yixing tertawa geli di lehermu. Rasanya menggelitik dan kau hampir mendorongnya tapi kau tidak ingin segera melepas kehangatan anak laki-laki itu.

“Kau ingat, kan?” tanyamu lagi.

“Namanya Zhang Yixing, Bomi. Kau memberinya nama Zhang Yixing.”

Dan kau masih selalu bertanya setiap kali kau melihat ikan itu?

Kau ini bodoh? Atau sedang mempermainkanku?

“Aku juga mencintaimu, Yixing. Aku bisa menjadi milikmu sekarang.”

end

_____________________________________________

A/N

absurd and i know it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s