Ada yang Salah dengan Bukuku?

Standard

http://starlightandstrawberries.files.wordpress.com/2012/05/books-come-alive-tumblr1.jpg

Orang menilai orang dari berbagai hal.

Melihat cara orang itu menguap saja, kamu sudah mulai menilai bagaimana kepribadian orang itu.

Sesederhana apa orang itu sampai kita suka menilai orang dari hal-hal kecil yang bersangkutan dengannya?

Ini bukan soal orang dan bagaimana menilai mereka sih.

Ini soal buku.

Tidak tahu, ya. Kemarin itu (3-4 bulan lalu sebenarnya) rasanya baru merengek kepingin beli paket buku Mitch Albom yang.. ya ampun… itu. Ada salah satu diantaranya yang paling kepingin dibaca. Walau baru kemarinnya lagi mengunduh versi pdf-nya yang berbahasa inggris. Tapi, siapa sih yang lebih milih versi pdf-nya kalau yang buku disodorkan di hadapan kamu? Kecuali gak punya uang sih (yasudah)

Aku sebenarnya hanya tertarik satu buku di alam paket yang berisi empat buku Mitch Albom itu. Seakan bikin perjanjian waktu nenteng paket itu pulang ke rumah, “Hanya akan membuka buku itu. Sebelum sampai halaman terakhir dibaca, buku yang lain gak akan di buka.”

Dan sungguh menilai buku itu sama seperti menilai orang.

Bukan hanya dari covernya. Dari seberapa besar tulisan bes-seller tercetak tebal disana. Seberaba besar nama penulisnya tercetak lebih besar disana. Siapa saja yang menulis opini di bagian belakang buku itu.

Buku dan orang memang sesederhana itu kalau menyangkut impresi awal.

Yang tidak bisa kau nilai itu adalah saat kau menaruhnya di pangkuan dan mulai membaca buku milikmu.

Baru dua hari aku baca satu buku Mitch Albom itu. Versi pdf yang bobok nyaman di handphone selama ini sudah kuhapus. Toh, sudah punya bukunya.

Baru dua hari aku baca.

Terus buku itu hilang.

Shit

kamu kan belum kenal orang itu waktu kamu mencoba menilainya dengan cara dia menguap. Waktu sudah berkenalan. Waktu sudah bukan lagi impresi awal bagimu.

Kamu kehilangan kesempatan menilai orangnya. Dengan cara benar-benar mengenalinya.

Menilai orang itu kejam, kalau melihat dia dari caranya mengangkat kaki waktu duduk. Dari cara dia terbatuk sok syahdu. Dari cara dia menggaruk kulit pipinya.

Menilai orang itu tidak salah.

Tapi, menilainya sebelum kau mengenalinya adalah yang salah.

Aku gak membuka plastik penutup buku-buku lain dalam paket Mitch Albom setelah buku pertama hilang.

Kasihan.

Buku-bukunya sudah kunilai dan kuadlili lebih dulu sebelum aku mengenalinya.

Kasihan.

Kamu pernah tanya tidak bagaimana rasanya dinilai sebelum dikenaii?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s