[Ficlet] Late

Standard

Shin Riah menarik nafasnya yang tersengal. Berusaha mengatur nafasnya yang tak karuan sebelum akhirnya berbalik dan menatap dalam kearah wajah kelelahan namja di depannya.

“Aku lelah. Kita berhenti saja..” lirih namja itu. Rambutnya sudah sangat berantakan.

“Tidak bisa. Bagaimana kau bisa menang jika berhenti di tengah pertarungan, Byun Baekhyun?” sergah Riah, sedikit tersela dengan beberapa tarikan nafas kecil. Baekhyun memegang bahunya yang mulai terasa sakit. Namun buru-buru menurunkannya ketika pandangannya bertemu dengan tatapan mencela milik gadis di depannya.

“Kau bilang kau ingin mengalahkan Kai..” komentar Riah kaku.  Baekhyun menghela nafasnya untuk menjawab komentar Riah.

“Kai terlalu hebat. Sungguh~” Riah terkekeh, padahal nafasnya bahkan belum benar-benar pulih.

“Mana ada namja yang berkata hal bodoh seperti itu!. Jjom! Jjom! Fighting!” seru Riah, sedikit memberikan nada semangat dalam kalimatnya. Tapi, tidak terlalu berhasil dengan tenaganya yang sekarang ini. Membuat Baekhyun balas tertawa.

“Jangan bercanda kau bahkan tidak kuat untuk berteriak padaku.”

Riah mencibir. Baekhyun tersenyum samar. Detik selanjutnya tubuhnya disandarkan di dinding pucat di belakangnya, lalu merosot turun hingga kini Baekhyun berada dalam posisi duduk dan menyandar di dinding.

Baekhyun mendongak kearah Riah yang masih berdiri dan memandanginya.

“Kenapa kau masih berdiri disitu?” tanya Baekhyun datar. Riah membuang mukanya.

“Kau pikir kenapa, huh?” Baekhyun diam lalu tiba-tiba saja sebuah ide melintas dalam benaknya.

“Ya! Shin Ri Ah!” tiba-tiba baekhyun membentaknya, Riah menoleh dan pada saat itu Baekhyun menendang pergelangan kaki Riah dengan kakinya.

Riah memekik kesakitan dan refleks berjongkok memegangi kakinya. Mengumpat sebal lalu menatap Baekhyun dengan tatapan sangar.

“Kau gila? Bosan hidup?”

Baekhyun menggeleng.

“Aku bosan melihat berdiri. Duduk!” Baekhyun menepuk sisi di sebelahnya. Riah menatap Baekhyun dan Baekhyun menunjuk sisi sebelahnya lagi dengan dagunya.

“Duduk!”

Riah menghela nafasnya. Lalu beringsut perlahan ke sisi kosong di sebelah Baekhyun. Ikut menyandarkan puggungnya kepermukaan dinding yang menyambutnya dingin.

Dan semua mulai menjadi hening.

“Kai dan Kyungsoo akan menemukan kita. Aku tidak mau kalah dari bocah itu..” lirih Riah. Baekhyun hanya diam dan memejamkan matanya.

“Mereka akan mengalahkan kita kalau kita hanya dudu–”

“Berhenti membicarakan pertarungannya” potong Baekhyun cepat. Dengan masih memejamkan matanya dan mengatur nafasnya.

“Aku sedang berpikir.” Riah menoleh menatap Baekhyun.

“Berpikir untuk apa?”

Lagi-lagi Baekhyun hanya diam.

“Untuk.. untuk mengatakan sesuatu pada seseorang…”

“Mwo?”

Baekhyun membuka matanya pelan.

“Riah-ya,  kau tahu..”

Riah menahan nafasnya. Semuanya menjadi lebih hening. Tiba-tiba pendengarannya mendengar langkah kaki dari kejauhan. Akalnya mengatakan mereka haru segera pergi sebelum tertangkap. Tapi tubuhny terkunci. Seakan menunggu perkataan Baekhyun.

“kau tahu kalau aku..”

Tiba-tiba Riah merakan matanya memanas. Tapi, tubuhnya terasa terlampau dingin. Hingga sesuatu memaksanya menutup matanya. Dan semuanya menjadi gelap. Riah tidak bisa mendengar, bahkan kata terakhir yang diucapkan Baekhyun padanya.

PATS

___________

“YA!! Byun Baekhyun kenapa kau offline? Bagaimana kita bisa melanjutkan pertarungannya kalau kalian berdua offline?” seru Kai keras. Dibelakangnya D.O baru saja memasuki pintu dengan laptopnya yang telah dimatikan.

“Kau menyerah, huh? Kau tahu aku hampir menang tahu.” Protes Kai kesal.

Baekhyun hanya diam. Sama sekali tidak berniat membalas protes Kai karena dia telah memtikan hubungan internet sebelum mereka menyelesaikan game mereka. “Kalau kau ingin berhenti main game seharusnya katakan dulu. Kau tidak tahu letak tab chattingnya, huh?”

Baekhyun diam. Sama sekali tidak menjawab.

Suara tarikan nafas pelan milik seseorang disampingnya membuat fokusnya hilang.

Detik berikutnya Kai menghambur masuk ke ruang tengah dimana Baekhyun berada. Mendapati alasan mengapa Baekhyun memutuskan hubungan internetnya. Disana Baekhyun dan Riah sama-sama duduk menyandar di dinding ruangan. Dengan Baekhyun yang terjaga dan Riah yang sudah terlelap di sebelah Baekhyun.

Baekhyun mengangkat wajahnya menatap Kai.

“Dia tidur.. Bahkan sebelum aku sempat menyelesaikan semuanya.”

END

 Sadar sesadar-sadarnya ini ficlet gaje abal sangat… gagal pulak

Tapi…… peduli amat 😛

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Late

  1. Baekki? Kai?……….RiA~??
    YA!!! Siapa yg ngjarin eternalmagnae kita maen ke dorm yg isinya namja semua hah??。・゜・(ノД`)・゜・。
    Baekki-ya, kau yg mngajarinya?
    Knp gk ajak2 aku Ria-ya, aku kn jg mau maen gaem ma sehun ~(´ε` )

  2. aduh, Baekhyun kasihan sekali. masa udah romantis gitu tapi Riah-nya tidur duluan. huhuhu. dan aku ngebayangin ekspresinya Baekhyun yang curhat setelah dimarahi Kai… kayaknya lucu banget gitu, ya. kkk. oh, ya, mereka ternyata main game offline? tapi kenapa Baekhyun sama Riah kayak capek banget mainnya? padahal cuma duduk, ‘kan? wooo O_O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s