[FANFICTION] Day By Day

Standard

Cast : CN Blue Kang Minhyuk, Shin Riah (OC)

Genre : Romance

Recommended Song : Sung Si Kyung – You Are My Spring (OST Secret Garden)

 

December, 9th 2011

Gyeonggi-21, Illsan

Author’s POV

Ria mengembungkan pipinya kesal. Digosoknya kedua tangannya mencari kehangatan ditengah udara minus Illsan. Wajahnya sudah mulai berwarna merah kedinginan. Sedangkan awan-awan kecil dampak kondensasi keluar dari mulutnya ketika dia bernafas.

“Dimana kau, huh? Aku kedinginan~” desisnya pelan. Ditariknya hoodie merah tua miliknya lebih ke depan. Sadar pastilah netizen bisa menemukannya kapan saja.

“Babo~ Babo~ Babo~” gerutuk Ria kesal. Kakinya melompat-lompat kecil. Mencoba menghangatkan tubuhnya dengan cara itu, alih-alih melampiaskan kekesalannya saat ini.

Susunan batu kecil di bawahnya berderak pelan karena hentakan kakinya. Sedikit merusak tatanan batu yang sebenarnya juga berfungsi sebagai lantai halte bus Gyeonggi-21, tempat dimana Ria berada sekarang. Menanti seseorang yang telah membuat janji bertemu dengannya hari ini di halte itu.

Ria mendongakan kepalanya, menatap langit berharap tidak ada tanda-tanda salju akan turun.

Tapi, suhu terasa makin dingin saja. Walau beruntung hari ini salju pertama musim salju belum kunjung turun. Yeah… kalau mungkin salju turun hari ini, tapi setidaknya saat itu terjadi, Ria telah bertemu dengan orang yang tengah ditunggunya saat ini.. Ah tidak! Setidaknya saat Ria telah berada ditempat yang lebih tertutup dengan penghangat ruangan. Ria sungguh berharap begitu.

Tapi…

Ketika sebuah pasangan melihat salju pertama yang datang bersama-sama, bukankah itu artinya mereka ditakdirkan sebagai jodoh dan pasangan sejati, eh?

“Mianhae! Aku telat.”

Ria menoleh. Mendapati orang yang telah ditunggunya telah datang. Walau telat.

Wajah orang itu terlihat lelah. Rambutnya yang tidak tertutup pelindung apapun, terlihat acak-acakan. Mantel tebalnya terpakai tidak rapi. Dan nafasnya terengah cepat. Apa yang baru saja dia lakukan untuk berangkat ke halte? Berlari?

Ria hanya diam menatap namja itu. Wajah Ria pias kedinginan, berbeda sekali dengan wajah namja itu, yang terlihat berkeringat di tengah suhu dingin.

“Kau marah?” ujar namja itu pelan. Nada bersalahnya mendominasi, bersaing dengan nada cemasnya karena melihat wajah pucat Ria.

“Eii.. Chagi-ya, Mianhae jeongmal~” ujar namja itu. Tangannya ditangkupkan didepan wajahnya dengan tampang membujuk. Ria membuang mukanya cepat sebelum akhirnya bergumam pelan.

“Tapi… saljunya baru saja turun.”

“Mwo?”

Ria menoleh lagi. Dan benar saja, sebuah kristal salju mulai turun melewati pelipis kiri namja itu. Satu lagi menyusul dipundak Ria. Dan yang lain mulai turun menyusul satu persatu.

Salju pertama.

“Kang Minhyuk… salju pertama tahun ini turun..” Ujar Ria. Berusaha menjelaskan. Namja bernama Minhyuk itu terkekeh pelan, menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal.

“Ah.. geurae! Ini salju pertama, ya? Aku baru ingat ini sudah  musim salju. Pantas saja suhunya dingin sejak tadi pagi. Ah.. penghangat dorm dikamarku masih berfungsi tidak, ya? Aish… aku juga lupa membawa top–“

“Tidak usah banyak bicara. Aku kedinginan!” gertak Ria tiba-tiba. Minhyuk sedikit tersentak kaget. Mulutnya menganga kecil dan matanya melebar, walau masih belum bisa mengubah ukurannya yang sudah sipit sejak awal.

Ria mendengus kesal . Mengeratkan hoodie-nya dan berbalik pergi tanpa menghiraukan Minhyuk yang masih sedikit kaget.

“Namja menyebalkan! Bagaimana bisa dia hanya memikirkan dirinya sendiri? Haish.. apa dia tidak tahu takhayul yang– Argh!” Ria mulai mengumpat-ngumpat kesal. Meremas ritsleting hoodie-nya kencang.

Tanpa Ria sadari, dibelakangnya, Minhyuk –yang telah berhasil mengatupkan bibirnya– tersenyum kecil.

“Salju pertama, eh? Aigoo naui chagi-ya sudah mulai percaya takhayul rupanya..” gumamnya. Benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

“Tidak masalah. Selama kenyataannya memang begitu. Jadi… pasangan sejati, eh?”

January, 3rd 2012

Gwangnam’s Park

Author’s POV

NP : How Great Is Your Love – SoShi

“Lihat! Bukankah itu violet!”

Minhyuk menarik tangan Ria ke dekat sebuah pagar kayu disamping bangku taman. Ria mendengus kesal. Mengikuti Minhyuk dengan langkah dilambat-lambatkan.

“Ini benar-benar violet!” seru Minhyuk takjub. Detik selanjutnya dia segera berjongkok dan menyentuh mahkota ungu bunga kecil itu.

Ria meliriknya sekilas. Sedikit tertarik.

“Tapi sekarang masih musim dingin. Mana mungkin ada bunga seperti violet yang bisa tumbuh?”

“Tapi, bisa. Lihat!”

Ria mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Berusaha menahan dirinya yang sebenarnya tertarik melihat bunga ungu yang kontras dengan rumput kering di sekitarnya itu.

Melihat itu, Minhyuk berdecak kesal. Ditariknya tangan Ria untuk ikut duduk melihat.

“Ini keren! Kau harus melihatnya denganku! Hah.. andai aku bawa kamera..”

Ria menatap wajah Minhyuk yang berbinar ceria.

“Ya! Kau itu namja! Kenapa suka bunga?” protes Ria kesal. Minhyuk segera menoleh kearah Ria dengan tatapan aneh.

“Kau hidup di jaman joseon? Pernah dengar emansipasi, kan? Berapa sebenarnya nilai sosialmu?” celetuk Minhyuk.

Ria menganga lebar. Detik berikutnya dipukulnya bahu Minhyuk dengan tas sekolahnya. Agak kencang dan Ria melakukannya berkali-kali.

“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku, kan hanya bercanda!” seru Minhyuk sambil tertawa geli. Tangan kanannya berusaha menahan serangan tas Ria sedangkan tangan kirinya berusaha menahan tubuhnya. Tapi, Ria tidak sepenuhnya mendengarkan. Ria justru menambah kekuatannya memukul tasnya, yang sebenarnya cukup bisa dibilang berat.

“Aku membunuhmu Near-ah, lihat saja!.”

“Ya! Kau jadi ‘Kira’ sekarang? Ya! Ria! Jebal hentikan!.”

Bruk!

Ria melempar tasnya ke muka Minhyuk. Mencibir pelan sebagai akhir sesi memukulnya.

“Bawakan aku tasnya! Dan aku akan memaafkanmu.. Kang Minhyuk~” ujar Ria dengan nada lembut dipaksakan. Minhyuk mendengus kesal. Tapi, pada akhirnya mengambil tas Ria dan memakainya dipunggungnya.

“Ya! Jangan memakainya! Tasku jadi terlihat jelek!” seru Ria. Mendengar itu Minhyuk melepas tasnya perlahan. Digembungkannya pipinya kesal. Membuat pipi bulatnya menjadi semakin bulat. Siapa saja Boice yang melihatnya pastilah kehilangan kesadaran mereka. Tapi tidak untuk Ria, yang mungkin jauh lebih tertarik menjadi emotional angels ketimbang ter-bias dengan wajah imut namjachingunya itu.

“Aku akan membelikanmu tas yang baru kalau yang ini terlihat jelek!” seru Minhyuk. Tapi, jelas diabaikan Ria yang asyik mememandang violet didepannya.

Ria menata violet itu intens. Mendekatkan wajahnya kearah mahkota bunga itu. Dan menepuk-nepuk daun hijau pudarnya penuh kasih sayang.

Tanpa sadar, Minhyuk termenung menatap Ria. Sungguh belum pernah dia melihat Ria yang menunjukan begitu perhatian secara langsung dengan suatu benda. Biasanya Ria hanya melihatnya dari jarak tidak terlalu dekat. Bahkan Ria tidak pernah menyentuh benda apapun dengan selembut itu, sekalipun itu sangat menarik baginya. Ria jarang sekali terlihat sangat perhatian.

“Kau tidak pernah seperhatian itu padaku!” ucap Minhyuk pelan. Ria menoleh bingung.

“Mwo? Kau bilang apa?” ujar Ria. Sepertinya benar-benar tidak mendengarkan perkataan Minhyuk.

Minhyuk tersenyum simpul, lalu menggeleng pelan.

“Anhi~ tidak terlalu penting sebenarnya.” Ucapnya. Ria menatapnya sebentar, lalu mengangkat bahunya sedikit sebelum kembali menatap bunga violetnya lagi.

“Tidak penting. Asalkan aku bisa melihatmu senang dan seperhatian ini, semuanya tidak masalah bagiku.” lirih Minhyuk.

“Neareu! Bagaimana kalau kita menamainya! Violet ini!..”

Minhyuk menoleh.

“Violet? Dinamai? Nugu?”

Ria tampak berpikir. Jari telunjuknya diletakan didagunya. Bola matanya melirik-lirik langit lalu kearah violet itu. Sedangkan Minhyuk hanya tersenyum menatapnya, tanpa benar-benar berpikir untuk mencari nama. Membiarkan Ria bebas menentukan namanya.

Sampai akhirnya Ria menjentikan jarinya penuh semangat.

“Kim Sang Beom! Bagaimana?”

..

“YA, Shin Ri Ah! JUGEO SHIPEO?”

April, 16th 2012

GangHwok Mercusuar

Author’s POV

Byeol.

Ria memandang keatas. Menatap ribuan bintang sembari menghirup aroma ombak yang berdebur seru dibawahnya.

Walau hari menjelang malam dan mereka berada di pinggir pantai kecil di Illsan. Tapi, suhu musim panas yang hangat benar-benar tidak dapat dikalahkan. Dengan hanya mengguna sweater pancoat longgar abu-abunya, Ria sama sekali tidak merasa kedinginan.

“Kau tahu ini tempat apa?” tanya Minhyuk. Memecah hening yang sedari tadi mendominasi. Hening yang membiarkan Ria menikmati apapun yang ada disana sejak mereka baru saja datang 10 menit yang lalu.

Ria menoleh. Tersenyum senang sembari mengangguk bersemangat.

“Lokasi syuting ‘postman to heaven’ ya, kan? Tempat ini sungguh luar biasa.” Jawab Ria senang. Ditangkupkannya kedua tangannya dan tersenyum semangat.

“Aku selalu bermimpi datang ketempat ini sebelumnya. hoaa.. neomu yeppeo…” ujar Ria lirih. Dipejamkan matanya pelan. Berusaha lebih menikmati hembusan angin yang menerpanya. Dan aroma laut. Dan udara hangat musim panas.

“Yeppeo..” angguk Minhyuk setuju.

“Ria..”

“Hmm?”

Minhyuk tersenyum tipis. Perlahan diraihnya Iphone dari sakunya.

“Dengar.”

Ria merasakan Minhyuk memasangkan sebuah earphone ke telinga kirinya. Ria bergeming.

Selanjutnya Minhyuk memasangkan sendiri pasangan earphone-nya ke telinga kanannya.

Dan lagu itu mengalun lembut. Menyapa gendang telinga mereka berdua.

_________

 Bogo shipda dallyeoganda

Dudeurinda neon nolla unneunda
Dong geuran useum on sesang da eorumanjinda
 
Ulji mara kaji mara
Ijeneun meomulleora nae gyeote
Neon ttatteuthan naeui bomingeol

Saranghae

jeongmal~

END

Advertisements

2 thoughts on “[FANFICTION] Day By Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s