[FANFICTION] The End of A Story

Standard

Cast                       :

  • Pess(x) Shin TaeGi
  • SHINee Onew a.k.a Jinki
  • All of Pess(x) members

Genre                    : friendship story, lil bit OnGi romance

Backsound          :

  • Best Friend – Kana Nishino
  • Good Friends – Super Junior

________________________________________________________________________________________________

Aku menatap jangkrik kecil musim semi yang melompat-lompat dari rumput satu ke rumput mungil lainnya.. Merasakan hatiku tertekan karena berpikir diriku seperti Alice di negeri ajaib.

Sendirian. Dan asing.

Sedangkan rasa menyebalkan lain yang mendominasi perasaanku tidak kunjung mau hilang. Rasa yang pertama kali kurasakan kepada yang lain. Rasa ini..

“neomu appeu–“

“Kau disini rupanya?”

Bibirku tercekat. Tak jadi mengatakan kata sakit yang berujung sesak di hatiku. Menoleh perlahan. Dan rasanya musim berubah menjadi musim salju dalam hitungan detik. Beku.

Kenapa.. dia ada disini?

Kenapa dia bisa tahu dimana aku?

“Eii!.. bergembiralah! Leader SHINee yang langka ditemui di taman kecil seperti ini datang untukmu!”

Aku terdiam. Detik berikutnya kembali melempar pandangan ke hamparan rumput di depanku. Lagi.

Dari ekor mataku, aku bisa melihat Jinki mengangkat nafas kecil dan memutuskan duduk di sampingku. Di tanah lembab taman Gwangnam-ddo ini.

Untuk beberapa saat suasana hening jauh mengambil alih. Atau lebih tepatnya, memang telah mengambil alih sejak tadi, sebelum kedatangan Jinki yang tiba-tiba.

“Harusnya jangkring itu berbunyi.. agar suasana jadi seperti di film kartun. Hhe~”

Aku mendengus. Dasar sangtae.

“Tidak lucu, ya?”

Jelas tidak. Tapi aku tidak berniat megatakannya pada Jinki.

Hening lagi.

Sampai dia membuka mulutnya. Dan aku termenung sejenak.

“Key pernah membuatku sangat marah”

Aku diam. Tidak bisakah dia mengatakan sesuatu yang tidak bisa kutebak sebelumnya? Klise sekali.

Jinki tahu aku tidak tertarik dengan ceritanya. Atau mungkin dia juga tahu aku tidak suka kehadirannya, walau ini jelas tidak seperti biasanya. Tapi dia keras kepala, tetap memutuskan untuk melanjutkan ceritanya.

“Kami sangat lelah saat itu. Debut tinggal hitungan mingu. Dan Key mungkin telah mencapai puncak kelelahannya. Aku pun begitu. Maksudku kami.”

Jinki berhenti sebentar untuk mengubah posisi duduknya. Aku berusaha mengabaikannya. Tapi, bahkan sejak awal pun aku tidak pernah berhasil.

“Taemin.. dia terlambat datang untuk latihan. Dia sebenarnya tidak sengaja, tapi sayang saat itulah Key tidak bisa menahan emosinya, Key meledakan amarahnya. Membentak Taemin  keras. Dia mungkin keterlaluan, Jjong dan Minho berusaha menegurnya. Selanjutnya mereka bertiga berdebat hebat. Seedangkan Taemin, dia bahkan hampir menangis melihat mereka adu mulut seperti itu. “

“Kau tahu? Saat itu aku juga sangat lelah. Aku jengah, hingga tanpa sengaja aku bilang aku ingin keluar dari SHINee saat itu juga. Disaat kami bahkan belum sempat debut.”

Aku tidak bisa menahan rasa terkejutku setelah mendengar cerita Jinki, menengok shock kearahnya. Aku, yeah.. mungkin bisa dibilang dekat dengan SHINee, tapi sungguh aku belum pernah mendengar cerita ini sebelumnya. Apa mungkin ini hanya karangan Jinki?

“Aku tidak berbohong..” ucap Jinki tiba-tiba, seperi bisa membaca apa yang tertulis dipikiranku saat ini.

“Aku benar-benar melakukannya. Aku keluar ruang latihan setelah mengatakan itu, aku keluar bahkan tanpa memperdulikan Taemin yang menangis dan tatapan-tatapan yang lain. Aku kalut. Leader macam apa aku ini?”

Jinki diam. Tak berbeda denganku yang lebih memilih menunggu lanjutan ceritanya alih-alih  menghiburnya yang terlihay sedih.

Kali ini, jangkrik sial itu justru mengeluarkan suaranya. Menggesek ujung sayapnya yang kasar dan kaku hingga memperdengarkan suara derik pelan yang cukup sanggup mendominasi di saat hening. Suaranya seperti memecah udara tipis musim semi. Memecah keheningan diantara kami.

Dan Jinki melanjutkan.

“Esoknya aku merasa sangat takut. Aku telah menjadi seorang pecundang dengan takut akan kata-kata kusendiri. Aku takut dikeluarkan dari SHINee. Dan gagal debut.”

Jinki tersenyum nanar. Dia pastilah tengah mengenang masa-masa itu.

Wajah sedihnya membuatku tidak bisa menahan keinginanku untuk meraih tangannya. Menggengamnya erat. Berusaha untuk mencoba menghiburnya.

Jinki menoleh, dan tersenyum. Senyumnya seperti senyum seorang sunbae untuk hoobae-nya. Biasanya aku membenci senyumannya yang ini. Tapi untuk kali ini aku merasakan lebih dari kehangatan disana. Di senyum itu.

“kau tahu apa bagian selanjutnya?” bisik Jinki pelan. Aku mengerutkan keningku. Lalu menggeleng.

“bagian selanjutnya adalah.. aku memutuskan untuk segera ke dorm SHINee pikiran takut itu muncul. Tapi sungguh, diluar dugan, Key datang duluan. Dia datang untuk meminta maaf padaku sambil menangis. Dibelakangnya Taemin dan Jonghyun menyusul. Terakhir Minho dengan kue tart besar berbentuk ayam goreng.” Jinki tertawa pelan.

“Saat itu juga aku mengecek kalender, dan jelas mendapati hari itu tidak masuk Desember, apalagi April tanggal satu. Aku menangis saat tahu mereka benar-benar mau minta maaf dan semua ini adalah kenyataan. Sebenarnya, kami berlima menangis di kamarku. Memalukan sekali~” Jinki terkekeh pelan. Mengingatkanku tadi itu hanya cerita lama SHINee, sekarang mereka semua baik-baik saja. Aku melepas genggaman tanganku. Tapi masih menatap Jinki.

“Sejak itu, aku sadar kami punya pengalaman berharga itu. Awalnya mungkin buruk, tapi jika saja itu tidak terjadi mungkin kami tidak sedekat seperti SHINee yang sekarang.” Ujarnya. Tanpa sadar aku sedikit menarik ujung-ujung bibirku. Membentuk kurva tipis yang dinamakan senyum tanpa sepenuhnya sadar.

“Itu SHINee dan sekarang mungkin giliran Pessx..”

Dan senyumku seketika memudar cepat. Aku menghela nafas dan kembali menatap lurus ke hamparan rumput taman di depanku.

“Dengar! ceritaku mungkin berakhir indah untuk SHINee. Tapi, kukira ada banyak cerita-cerita lain yang berakhir buruk. Dan mungkin akhir ini yang terjadi pada Pessx..”

Aku menundukan kepalaku. Potongan-potogan kejadian itu kembali terulang di bayangku. Seperti slide film tahun 80-an yang diputar satu persatu.

Bagaimana jika perkataan Jinki benar? Ceritaku berakhir buruk.

Entahlah.. Rasanya lelah memikirkan semua ini. Sangat lelah.

Hingga Jinki tiba-tiba berbicar lagi.

“Tapi.. apapun yang terjadi pada akhirnya..” Aku menoleh. Jinki memberikannya senyumnya lagi.

“Aku yakin sebenarnya tidak ada yang menginginkan akhir buruk. Atau bahkan yang paling buruk, perpisahan..” Jinki menoleh “Kau tidak mengharapkan itu terjadi, kan?”

Aku menggeleng samar. Tapi Jinki pasti bisa menangkap maksudku, melihat dia kembali tersenyum lembut.

“Dan kukira begitu juga dengan member lainnya. Mereka tidak ingin jika terjadi akhir buruk. Atau perpisahan..”

“Dan hanya ada satu cara agar akhir yang tak diinginkan terjadi.. Bicaralah dengan mereka. Dengan hangat–“

“Tapi aku belum siap.”

“Taegi-ya!!.. kau tahu? Saat itu aku bilang aku merasa takut keluar dari SHINee. Sebenarnya, sungguh, aku jauh lebih takut kehilangan teman-temanku. Rasa takutku kehilangan mereka ber-4 melebihi rasa takutku kehilangan kesempatan untuk debut. Itulah, rasa takut itu yang membuatku mau bicara dan minta maaf dengan mereka..”

“Aku–“

“Mungkin kau tidak salah dalam cerita yang ini.. mungkin benar merekalah yang salah. Jadi kau bisa hanya berbicara pada mereka. Katakan kau tidak akan  keluar dari manapun. Katakan bahwa kau tetaplah bagian dari Pessx. Kau tetap sahabat mereka. Kau sungguh tidak perlu minta maaf… katakan itu saja. Karena tidak ada yang menginginkan perpisahan”

Dan aku merasa aku mendapatkan senyumku yang tulus. Dengan sadar.

Klak

Aku menengok. Dorm sungguh terlihat sepi saat aku melangkah masuk kedalamnya. Dimana.. mereka?

Aku melanjutkan berjalan masuk. Memikirkan apa yang dikatakan Jinki. Yang dikatakannya sungguh membuatku bingung sebelumnya. Tapi, sungguh aku tidak menginginkan akhir yang berbeda dari SHINee. Aku ingin kami tetap bersama.

Jadi aku terus melempar langkah demi langkah. Sampai aku menatap pigura-pigura kecil yang ditata kecil di meja hias dan nakas di sampingnya. Juga pigura yang tergantung sengaja tak beraturan di atasnya. Juga sebuah piala kami. Penghargaan pertama kami untuk debut kami. Manis..

Aku tersenyum. Tak bisa membayangkan jika aku di posisi Jinki yang menemui masalah yang sama seperti, ini hanya saja dia mendapatkannya saat sebelum debut. Hei.. Mereka bahkan belum punya banyak memori manis saat itu terjadi. Tapi mereka berhasil bertahan hingga sekarang.

Dan lihat? Sungguh aku tidak akan membiarkan Pessx memiliki akhir yang buruk di saat kami bahkan sudah memiliki banyak kenangan manis.

Tidak akan kubiarkan.

“E..eonni?” sebuah suara mengejutkanku. Aku berbalik sedikit dan mendapati Riah disana dengan wajah lelah, berdiri di pintu kamar tengah. Kamar paling besar di dorm, tempat dimana kami sering menghabiskan waktu bersama.

“EONNI! INI SUNGGUH KAU! KAU PULANG!”

Wajah lelah Riah sekarang berganti dengan wajah riang 100%. Dia bahkan berteriak sangat keras, satu hal yang paling jarang dia lakukan. Teriakannya berhasil membuat keenam member lain keluar menyusul dari kamar yang sama.

Ekspresi mereka tak jauh berbeda dengan Riah. Shock, tidak percaya dan gembira luar biasa.

Detik berikutnya, mereka menghambur kearahku.

“Taegi-ya! Kau pulang!

“Gi-ya! Kau tidak benar-benar marah, kan?”

“Eonni!.. sungguh kami minta maaf!”

“Taegi jeongmal Bogoshipeo!. Saranghae!”

Dan aku benar-benar pulang.

Mungkin cerita ini berakhir indah. Dan berubah menjadi pengalaman indah. Tapi cerita lain masih banyak juga kan? Mungkin cerita kami terus berjalan, tanpa berakhir.

Terdengar klasik mereka. Tapi tidakah ini manis dan… hangat?

Sahabat, eh?

Maaf, maaf jika aku baru mengatakannya saat ini..

Terima kasih

Aku senang kau ada disini

Tidak peduli kapanpun itu, aku bisa selalu tersenyum

Tak peduli berapa lama waktu berlalu semenjak kita berpisah

Tak akan ada yang berubah, kita teman baik

Aku menyayangimu.. sungguh menyayangimu

Aku selalu berdoa

Aku ingin kau menjadi orang paling berbahagia di dunia

Nishino Kana – Best Friend

___________________________________________________________________

HAPPY END ^^

p.s : Mbak Iwi! Saranghae Jeongmal!

Urinen Mianhae! ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s